Macet
Kata macet sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Jalanan di Jakarta yang macet atau Jalan Kaligawe di Semarang macet, pompa air macet, sumber penghasilan macet dll. Kata 'macet' sering dipakai bila menyebabkan ketidaklancaran dalam suatu proses.
Sama seperti lambatnya arus lalu lintas di tengah jam2 sibuk atau saluran air yang tersumbat atau rejeki yang fluktuatif bagi sebagian besar orang (kadang susah kadang lancar, tergantung Yang Diatas hehehe...emangnya rejeki jatuh dari atas ya???), semangat hidup dalam suatu waktu juga pernah macet. Ketika semangat macet, gairah untuk melakukan segalanya lenyap dan tujuan mula2 sudah tak diingat lagi, waktu seakan berjalan lambat dan jenuh mulai menggerogoti. Mengapa sekarang harus begini, mengapa dulu harus begitu, untuk apa semuanya nanti dn segudang pertanyaan memusingkan jadi bermunculan. Alhasil, orang jatuh dalam kejenuhan. Sebagian orang bilang jenuh itu yang memudarkan semangat. Tapi kadang jenuh juga hasil dari hilangnya semangat. Seberapa jauh korelasinya? Pusing amat! Amat aja suka ga pusing!!! Lalu apa yang menyebabkan hilangnya semangat? Banyak faktor! Kadang orang langsung mengetahui apa stimulannya, tapi ada juga yang meski sudah hilang semangatnya juga tak tahu apa sebabnya. Mungkin karena kita terlalu fokus akan hal2 tentang diri sendiri sehingga lupa pada hakikat bahwa hidup kita sebagian adalah untuk orang lain. Mungkin kehidupan spiritual yang 'kering'. Mungkin...mungkin...mungkin...banyak kemungkinan. Lelah sendiri menebak2. Yang terpenting bagaimana kita tetap menjalaninya. Bersyukur bahwa setiap hari hidup kita adalah berkat, mengembalikan keasadaran bahwa betapa beruntungnya kita dengan segala kemungkinan yang ada. Meskipun ada saat hidup kita hanya berjalan di tempat, kadang belum tentu demikian bagi orang lain di sekitar kita. Hilangnya semangat hidup dan suatu kejenuhan adalah suatu fase 'istirahat', melakukan pemulihan dan refleksi untuk menjadi lebih kuat dan lebih siap. Hingga saatnya kita menemukan kembali 'semangat mula2'. Satu hal lagi, semua mungkin selama kita masih ada keinginan untuk 'bangun, bangkit dan maju', melepaskan diri dari kemacetan. Toh jalan macet, pompa macet juga tak selamanya kan?
Tips bila sedang macet:
1. Hindari menonton film2 perancis yang suasananya selalu muram, karena akan membuat hidup kita serasa tambah buram.
2. Hindari mall karena jenuh bisa membangkitakan semangat lain dalam diri kita, yaitu semangat belanja! Palagi bila kantungnya lagi bokek berat...
3. Jauhkan makanan2 enak bila ada kecenderungan nafsu makan bertambah bila stress, karena itu justru menambah tidak hanya hidup tapi badan juga berat.
4. Sering meditasi dan berdoa.
5. Daripada shopping ke mall, ngabisin duit, mendingan ke sport centre. Meskipun ngeluarin duit, tapi badan kita jadi fit dan makin 'berbody'.
Sama seperti lambatnya arus lalu lintas di tengah jam2 sibuk atau saluran air yang tersumbat atau rejeki yang fluktuatif bagi sebagian besar orang (kadang susah kadang lancar, tergantung Yang Diatas hehehe...emangnya rejeki jatuh dari atas ya???), semangat hidup dalam suatu waktu juga pernah macet. Ketika semangat macet, gairah untuk melakukan segalanya lenyap dan tujuan mula2 sudah tak diingat lagi, waktu seakan berjalan lambat dan jenuh mulai menggerogoti. Mengapa sekarang harus begini, mengapa dulu harus begitu, untuk apa semuanya nanti dn segudang pertanyaan memusingkan jadi bermunculan. Alhasil, orang jatuh dalam kejenuhan. Sebagian orang bilang jenuh itu yang memudarkan semangat. Tapi kadang jenuh juga hasil dari hilangnya semangat. Seberapa jauh korelasinya? Pusing amat! Amat aja suka ga pusing!!! Lalu apa yang menyebabkan hilangnya semangat? Banyak faktor! Kadang orang langsung mengetahui apa stimulannya, tapi ada juga yang meski sudah hilang semangatnya juga tak tahu apa sebabnya. Mungkin karena kita terlalu fokus akan hal2 tentang diri sendiri sehingga lupa pada hakikat bahwa hidup kita sebagian adalah untuk orang lain. Mungkin kehidupan spiritual yang 'kering'. Mungkin...mungkin...mungkin...banyak kemungkinan. Lelah sendiri menebak2. Yang terpenting bagaimana kita tetap menjalaninya. Bersyukur bahwa setiap hari hidup kita adalah berkat, mengembalikan keasadaran bahwa betapa beruntungnya kita dengan segala kemungkinan yang ada. Meskipun ada saat hidup kita hanya berjalan di tempat, kadang belum tentu demikian bagi orang lain di sekitar kita. Hilangnya semangat hidup dan suatu kejenuhan adalah suatu fase 'istirahat', melakukan pemulihan dan refleksi untuk menjadi lebih kuat dan lebih siap. Hingga saatnya kita menemukan kembali 'semangat mula2'. Satu hal lagi, semua mungkin selama kita masih ada keinginan untuk 'bangun, bangkit dan maju', melepaskan diri dari kemacetan. Toh jalan macet, pompa macet juga tak selamanya kan?
Tips bila sedang macet:
1. Hindari menonton film2 perancis yang suasananya selalu muram, karena akan membuat hidup kita serasa tambah buram.
2. Hindari mall karena jenuh bisa membangkitakan semangat lain dalam diri kita, yaitu semangat belanja! Palagi bila kantungnya lagi bokek berat...
3. Jauhkan makanan2 enak bila ada kecenderungan nafsu makan bertambah bila stress, karena itu justru menambah tidak hanya hidup tapi badan juga berat.
4. Sering meditasi dan berdoa.
5. Daripada shopping ke mall, ngabisin duit, mendingan ke sport centre. Meskipun ngeluarin duit, tapi badan kita jadi fit dan makin 'berbody'.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home