My Corner

Monday, September 18, 2006

Angel

Pertama kali dia muncul beberapa tahun yang lalu. Dia memperkenalkan dirinya, Angel. Ceria, lemah lembut dan namun suka bicara. Kala aku merasa sendiri, bimbang dia selalu muncul disisiku dan berbicara padaku. Setiap kali dia usai bicara, aku merasa nyaman dan ada damai dihatiku. Dia selalu mengamatiku dalam diam dan bicara padaku pada saat2 tertentu.
Kini kesibukanku semakin bertambah, kutenggelam dalam banyak hal yang membuatku lelah. Melambat dan larut dalam mimpiku sendiri, aku hanya melihat aku. Meski demikian Angel tetap menemaniku setiap hari dan bicara padaku. Tapi sekarang ini aku lebih banyak mengacuhkannya dalam setiap pembicaraan. Mungkin karena aku lelah dan tak ada tenaga mendengarnya. Terlebih lagi dia selalu mengulang apa yang pernah dikatakannya, banyak nasehat yang dikeluarkannya. Kritik dan nasehat yang membuatku semakin lelah dan tak tahan mendengarnya. 'Tak ada yang salah dengan apa yang kulakukan', kataku suatu ketika kepadanya ketika dia sedang menasehatiku lagi. Dia terdiam seketika dan menjauh dariku. Aku semakin terlarut dengan diriku dan tak indahkan keberadaannya. Dia ada disana selalu, ditempat dimana selalu aku bisa mudah menemukannya. Saat kutengok dia suatu saat, kulihat ada kesedihan dimatanya. Kurasakan jarak yang ada diantara kami dan kutahu kehadirannya semakin jarang karena penolakan yang selalu kulakukan.
Hingga suatu ketika, saat kubangun dari tidurku, tubuhku terasa berat dan sakit. Aku tak tahu mengapa. Hanya satu yang kuingat, Angel. Kupanggil namanya...tapi dia tak muncul seperti yang selalu dilakukannya selama ini. Berulang2 kupanggil namanya...dan kulihat bayang punggungnya. Tapi dia hanya berdiri dan tak mendekat dan tak mendengarku. Kuberteriak sekuat tenaga bila aku membutuhkannya...hingga kurasakan waktu berhenti disekitarku dan tubuhku tiba2 ringan, sangat ringan. Rasa berat dan sakit hilang, aku terbebaskan. Dan terbentang jalan di depanku menuju suatu tempat yan tak kutahu. Baru kusadar semuanya terlambat. Kutengok bayang Angel yang berdiri diam dan melihat kepergianku dengan air mata. Sesal menjalari tubuhku, mengapa waktu terlalu cepat berhenti bagiku.
(Jadi ingat lagu The Moffat, If time it's so short. Jadi ingat bila setiap waktu yang kita lalui dan apa yang ada disekitar kita jadi sangat berharga. Seperti kata Guy Sebastian-Australian Idol 2003 semalam, anggaplah setiap hari adalah hari terakhir bagi kita. Kita harus berani menempuh setiap gunung di depan kita, mengambil setiap resiko yang ada di hadapan kita hingga kita tak akan pernah menyesal.)

2 Comments:

  • Hi... Ms. Corner, dsna gi musim paan nie???? di sini puanas buanget loh... Sukses buat study y...
    JBU....

    By Blogger ordinary, at 9:32 PM  

  • Hehehe...sapa ya ni? Aku kok bisa identify :(
    Disini lagi musim semi, musim lalat juga haha...Kalo panas mah, disini juga panas bgt..maklum global warming effect juga.

    G'luck with everything. GBU

    By Blogger Inneke, at 8:24 PM  

Post a Comment

<< Home